Akhir

Akhir

.Mengapa aku selalu merasa seperti ini? Terperangkap dalam kesendirian, kehampaan tanpa batas.

.Entah kenapa bayang-bayang kegelapan selalu datang menghantui mimpiku, setiap langkah yang kutempuh, bahkan setiap nafas yang kuhembuskan.

.Nanar aku berujar, kapankah AKHIR datang padaku? Akankah dia masih mengingatku yang telah ditinggalkan sekian lama oleh sang AWAL?

.Cukupkah penderitaanku untuk mendatangkan AKHIR?

.INI SEMUA MULAI MEMBUATKU MUAK DENGAN HIDUP

.Nirwana di mataku telah hilang. Aku sudah seperti seorang BUTA, yang tak mampu melihat jalan di depannya, melainkan harus merabanya.

.Telingaku tertutup. Aku bagaikan seorang TULI, yang tak mampu lagi mendengar setiap bait-bait cahaya yang selalu dilantunkan saat fajar menjelang.

.Aku pun bagaikan seorang BISU yang tak mampu mengucapkan satu patah kata pun hanya untuk berucap, AKU INGIN KELUAR DARI KETIDAKJELASAN INI

.Indahnya malam selalu kupenuhi dengan membunuh sang WAKTU yang telah memenjarakan kebahagiaanku.

.Munculnya bulan selalu kuhiasi dengan menyiksa sang WAKTU dengan tangisan piluku. Sebuah tangisan yang takkan bisa berhenti dengan mudahnya.

.Untuk apa? Kenapa kau menyerah padaku? Tak kusangka sang WAKTU yang hebat mampu kutaklukan dengan mudahnya.

.MESKIPUN BEGITU, ENTAH KENAPA HATIKU TETAP TAK BERHENTI MENANGIS

.Entahlah. Apakah tak cukup hanya dengan menguasai sang WAKTU?

.MANA MUNGKIN. Begitu jawab AWAL padaku yang telah berjalan menjauh, dan tak akan pernah mampu untuk memutar haluannya kembali.

.Bisakah aku bertahan? apa lagi yang harus kuperbuat?

.Umurku mungkin tak panjang lagi. Jadi, apa jalan yang harus kutempuh untuk mendatangkan sang AKHIR?

.AKU PUN DILANDA KEBIMBANGAN

.Terlalu sulitkah mendatangkan KEMATIAN?

.Kesenangan apa lagi yang harus dikorbankan hanya untuk bertemu dengan pintu masuk dari AKHIR itu?

.Untuk itu, sang AWAL menjawab. YA.

.Tapi, bisakah aku mengorbankan semuanya? Kehidupan hampaku, Keluarga yang tak mempedulikanku, dan seorang KEKASIH yang telah lama meninggalkanku.

.ENYAH KAU! Seruku pada seorang pria yang berhasil menghancurkan benteng hatiku.

.Rintihanku pun terdengar oleh sang AWAL. AKU BERSEDIA.

.Untuk itu, aku harus bersiap saat AKHIR mendekatiku, dan menyapaku ramah.

.SELURUH JIWAKU BEGITU BAHAGIA.

.Mentari pun mulai terbenam, dan sebentar lagi penderitaanku akan berakhir.

.Era yang begitu SEMPURNA! Rasanya aku mulai merasakan kesenangan saat melihat KEGELAPAN.

.Langit tiba-tiba cerah kembali saat KEKASIHKU itu datang kembali dan memintaku untuk tinggal, KELUARGAKU mulai peduli padaku, dan KEHIDUPANKU mulai tak sehampa dulu.

.APA YANG HARUS KUPILIH?

.Neraka dalam bahagia, atau Surga dalam sengsara?

.Gawat, aku tak bisa kembali. Aku telah berteman baik dengan AKHIR, dan tak lama lagi aku akan pergi mengikuti sang AKHIR.

.Kakiku akan menuju tempat di mana KEGELAPAN adalah segala-galanya, dan PUTIH, hanya akan membuat penglihatanku hilang.

.APA KAU YAKIN? Tanya AWAL padaku.

.Haha, TENTU SAJA. Balasku yakin.

.MESKIPUN ADA SESEORANG YANG TENGAH BERSEDIH AKAN HIDUPMU? PENDERITAANMU?

.APA? Haha, sungguh, hal itu membuatku tertawa terbahak-bahak.

.Jadi, apakah benar, ada seseorang yang sedih melihatku HANCUR?

.Untungkah diriku bila TAK BERDAYA MELAWAN TAKDIR?

.Urungkan niatmu itu. AKU CINTA PADAMU. AKU PEDULI PADAMU.

.Namun ternyata AWAL benar. AWAL mengatakan yang sebenar-benarnya.

.Tapi, benarkah ada? Apa ini hanya halusinasiku saja?

.Urungkan niatmu? Benarkah perkataan itu? Apa mungkin ini semua hanya pikiran semu yang mampu membuatku tersenyum hampa, kemudian kembali membuatku TERPURUK?

.KUMOHON AKHIR, CEPAT JEMPUT AKU

.Hati pria itu ternyata lebih kuat dari AKHIR sehingga mampu meyakinkanku.

.Ingatkan aku akan bahagia. Membantuku membangun hatiku untuk kembali percaya, BAHWA AKU TIDAK SENDIRI. Aku tidak menanggung semua beban yang ada.

.Duka di hidupku yang HAMPA mulai kembali cerah, yang membuat sang AKHIR menjauh dariku. Muak terhadapku.

.UCAPKAN SELAMAT DATANG PADAKU. Ujar AWAL saat kembali datang padaku. Membawa segala sesuatunya ke arah yang baru. Bukan menuju ke arah KEHANCURAN yang sia-sia.

.Pagi yang cerah bagimu untuk muncul. SELAMAT DATANG KEMBALI, AWAL..

2 Responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s