“Alriella, cepatlah, waktu kita tidak banyak lagi!” seru Ergash keras. Suaranya membahana di antara dinding-dinding goa, “Cepat baca naskahnya! Cepat, sebelum seluruh kota terhisap!”
TRANG!
Suara dentingan pedang kembali terdengar. Rupanya Ergash telah memulai lagi pertarungannya dengan para Grekaa, mahluk menyerupai manusia berkulit hitam dan berlendir yang baru saja berbondong-bondong keluar dari lubang hitam yang berada di atas altar agung yang biasa dijadikan tempat persembahan bagi para dewa dan dewi tanah Syraash.
Alriella memejamkan matanya perlahan-lahan. Suara bising dari pertarungan sengit yang ada di belakangnya seakan tak dihiraukannya lagi. Ia tahu inilah saatnya. Ia tahu ia kini sudah tidak mempunyai pilihan lain lagi.
Ergash sama sekali tak tahu apa akibat yang akan terjadi bila ia membaca naskah dari buku tebal yang tengah ia genggam dengan kedua tangannya. Ya, pemuda itu sama sekali tak tahu hal apa yang akan menimpa dirinya dan seluruh rakyat di tanah Syraash.
Ini semua salahnya. Ini salahnya karena telah berani mencuri buku itu lima tahun silam. Ini salahnya, dan salah seluruh komplotan penjarah yang dulu diketuai oleh mendiang kakaknya yang sudah mati tiga tahun yang lalu saat melindungi dirinya dari para penyihir dan para pengikut aliran hitam yang sudah sejak lama mengincar buku yang kini telah menjadi miliknya itu.
Buku ini adalah pintu masuk dan juga pintu keluar bagi para iblis yang berasal dari dunia sana. Dan karena suatu ketidaksengajaan buku ini kini telah melekat pada tangan-tangan mungil Alriella, dan dia harus menerima takdirnya itu.
Dengan susah payah Alriella mengangkat buku tebal itu hingga mencapai menggantung di atas kepalanya. Peluh menghiasi wajahnya tapi ia tak peduli. Pikirannya kini telah terpusat penuh dan ia sudah siap dengan resiko apapun yang nantinya akan menimpanya.
Sedetik kemudian kedua bola mata Alriella terbuka penuh. Bola matanya yang biasanya dihiasi oleh bola kecil berwarna seperti batu topaz telah lenyap, berganti dengan warna hitam pekat. Seluruh mata Alriella menghitam dan pancaran energi berbentuk asap hitam mulai muncul dari buku yang tengah digenggamnya. Perlahan-lahan, asap itu mulai menyelubungi tubuh mungil Alriella yang berbalut kain sutera berwarna emas.
Mulut Alriella pun terbuka dan dari sana meluncur keluar kalimat-kalimat dengan bahasa yang tak akan mungkin dimengerti manusia mana pun. Karena yang sekarang tengah melantun keluar dari mulut Alriella adalah bahasa iblis.
rasanya aneh,yia kalo mata pas lagi casting sihir jadi hitam pekat semua…
hehe…
soalnya biasanya matanya tuh merah…
or sesuai warna elemen…
hehe…
@bang igor : ini kan baru sinopsis doang. kemaren pas lagi bengong tau2 cerita aneh ini lewat di kepala. daripada dibiarin aja, mending ditangkep. :p
nanti kan bisa diubah sesuka hati XD
lanjutannya mana?
lanjutannya nanti yaaa…
bikin blognya aja udah setengah mampus. -____-
lanjutannya ==”